Helat


Harga : Rp.93,000

Berat : 350 Gram

Halaman : 247

Penulis : Tiara Rahmayanti

Jumlah Pembelian




Helat

PENULIS: Abouthree

Ukuran : 14 x 21 cm

Tebal   : 247 halaman

ISBN   : 978-623-7401-95-7

Terbit   : Juli 2019

Harga  : Rp 93000

www.guepedia.com

Sinopsis:

Aden dan Mika adalah sahabat. Namun, bagi Aden sendiri, Mika adalah idolanya dan sendari Aden mengenal Mika pun begitu.

Jika bagi Aden Mika adalah idolanya, sedangkan bagi Mika, Aden adalah teman yang dapat ia untungkan keberadaanya. Jujur, Aden merupakan salah satu alat yang membuat nama Mika semakin melambung dan terdengar indah di telinga.

Mika pikir, semua akan baik-baik saja, hingga kehancuran mulai datang dan membawa Mahesa kembali ke dalam hidupnya.

Ya, Mahesa. Pria yang kerap dipanggil Esa ini memiliki kunci hidup Mika. Hanya Esa dan Jagat yang tahu bagaimana kisah Mika sebelumnya. Dan kini, Esa kembali hadir untuk membawa kejutan bagi Mika.

Esa datang bukan tanpa sebab, tetapi ia datang untuk membawa Mika kembali sadar bahwa sejauh ini ia salah, sangat salah. Sebagai sahabat, tentu perbuatan Esa seharusnya tidak salah, menjauhkan Aden yang terlalu mudah dibodohi Mika adalah salah satu misinya.

Misi yang mudah, andai Aden tidak terlanjur salah paham.

Esa terlalu mengambil jalan yang cepat, kedatangannya yang mendadak semakin membuat Aden jatuh curiga.

Dan keadaan semakin memburuk ketika Esa kembali mendatangi mama Mika yang terlalu membenci kehidupannya.

Tak lama pula, berita dirinya yang akan dipindah sekolah pun semakin membuatnya memutar otak. Bagaimana bisa ia meninggalkan misinya ini di tengah jalan.

Alhasil, ia mengintrupsi Bumi--teman sekelas Aden untuk melanjutkan misinya.

Jelas saja Bumi menolak! Ia dan Aden tak dekat, bahkan ia selalu saja berburuk sangka dengan Aden, masa iya ia langsung berperan sebagai peri yang baik hati setelah menjadi tokoh paling jahat?

Bumi pasrah, ia mendekati Aden, yang hanya dianggap teman. Oh, ya jelas, Aden tak menganggap lebih. Kecuali saat mereka pulang dari acara kemah, baru Bumi tahu, bahwa Aden menganggapnya lebih dari teman, bahkan menjadikan Bumi tempat menyalurkan keluh kesahnya.

Aden menceritakan bagaimana kehidupannya yang kelam, ditinggal pergi kedua orang tuanya lantaran kecelakaan, salah satu alasan mengapa Aden selalu pergi malam hari, yaitu untuk mengunjungi tempat yang seharusnya menjadi tempat terbahagianya.

Sayangnya, kedekatan Bumi kembali diuji setelah Aden tahu bahwa Bumi memiliki maksud. 

Kesalah pahaman terjadi dan selesai di sana.

www.guepedia.com

Email : guepedia@gmail.com

WA di 081287602508        

Happy shopping & reading

Enjoy your day, guys