PELANGI MASA KECIL sang dokter Kampung


Harga : Rp.87,000

Berat : 250 Gram

Halaman : 180

Penulis : dr.Jondri Akmal

Jumlah Pembelian




PELANGI MASA KECIL sang dokter Kampung

PENULIS: Dr. JONDRI AKMAL

Ukuran : 14 x 21 cm

Tebal   : 180 halaman

ISBN   : 978-623-7503-53-8

Terbit   : September 2019

Harga  : Rp 87000

www.guepedia.com

Sinopsis:

Dia menyebut dirinya sebagai dokter kampung karena hampir 12 tahun dia mengabdi di kampung. Apalagi temen-temennya sering meledeknya sebagai dokter kampung karena kelamaan di kampung. Walaupun dia dokter kampung tetapi dia adalah juga dokter yang sukses. Kesuksesan dia hari ini juga tergantung bagaimana masa kecilnya dulu. Karena para peneliti di Universitas Pennsylvenia menyebutkan bahwa masa kecil yang bahagia berpengaruh saat kesuksesan seseorang dewasa. Bagaimana masa kecil dokter kampong ini ? salah satu risalahnya seperti dibawah ini.

Sewaktu datang bulan Ramadhan di masa kecilku. Selain melaksanakan Taraweh, Aku  juga sering jalan-jalan keliling kampong. Keliling kampong beramai-ramai dengan kawan-kawan. Kegiatan  sahur on the road alias berkeliling kampong manabuh belek (kotak alumanium) agar ibu-ibu bangun untuk mempersiapkan makanan sahur. Kami juga dulu pernah membagikan sahur pada kaum duafa bersama-sama kawan sepermainan. Kegiatan itu kami adakan dengan damai tanpa bacakak (tawuran). Tidak seperti sebagian anak muda sekarang di kota besar dimana sahur on the road diselingi dengan bacakak, basitumpeh, tawuran, berkelahi. Sehingga banyak yang bocor kepalanya bahkan ada yang meninggal dunia. Nauzubillah.

Kalaulah sudah seperti itu, pantaslah seorang guruku pernah mengeluarkan sebuah pertanyaan, “apa yang kau cari Falopi”? Sebuah pertanyaan menyindir untuk kita yang berbuat sia-sia belaka?

Pertanyaan seperti itu pantas di tanyakan ke pada anak muda yang tawuran saat sahur on the road. Apa yang kau cari anak muda? Seorang psikolog berkata di TV one, ”dia mungkin mencari identitas diri”. Tetapi pertanyaannya adalah mengapa harus menyakiti orang. Melukai orang bahkan membunuh orang?. Aku juga anak muda dulunya, bro. Kami sahur on the road masuk kampong keluar kampong. Bertemu juga dengan anak kampong lain. Dan bahkan kami saling berpelukan. Bukan bacakak.

Yuk sahur on the road dengan baik dan benar. Setiap kebaikan yang engkau lakukan dalam bulan suci ini akan dibalas berlipat ganda oleh Allah. Jangan ciderai sahur on the road dengan kejahatan, kebrutalan, ketidakbaikan. Hidup di dunia hanya sekali. Kita tak  pernah punya nyawa serap.

Ini adalah salah satu risalah unik dan inspiratifku di masa kecilku.  Semoga para pembaca milenial dapat mendapatkan inspirasi dari kisah-kisah unik lainnya. Selamat membaca!

www.guepedia.com

Email : guepedia@gmail.com

WA di 081287602508        

Happy shopping & reading

Enjoy your day, guys